![]() |
| Bajaj CNG (wikipedia) |
Bajaj? Sebagian warga barangkali langsung heran mendengar nama sarana transportasi ini. Tatkala kota-kota besar lain sibuk menghadirkan kereta listrik atau sarana transportasi berbasis online, Kota Bekasi justru melirik bajaj. Kesan kampungan, tidak teratur, berisik, dan lamban sontak menyeruak membayangkan si oranye ini.
Wacana bajaj masuk ke Kota Bekasi berkaitan dengan keinginan Pemerintah Kota Bekasi menyediakan moda transportasi yang laik dan ramah lingkungan. Rahmat Effendi pada Selasa (6/9) lalu sudah mengunjungi kantor pemasaran TVS di bilangan Pulogadung, Jakarta Timur.
Bajaj TVS King digadang-gadang menjadi sarana transportasi penghubung di Kota Bekasi. Angkutan roda tiga ini menggunakan bahan bakar gas (BBG) sehingga ramah lingkungan.
Pemerintah Kota Bekasi hingga kini masih mengkaji rencana tersebut. Rahmat berharap seluruh moda transportasi di Kota Bekasi ke depannya memenuhi kriteria ramah lingkungan. Kendaraan tersebut akan diarahkan menjadi moda transportasi lingkungan yang berguna sebagai pengumpan penumpang dari kawasan perumahan menuju sejumlah halte. "Kota Bekasi sedang menata angkutan umum dalam bentuk radikalisasi kendaraan, termasuk regulasi dan sistem yang menunjang kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan kendaraan umum," ujar Rahmat.
Wali Kota Bekasi ini menyatakan, pihaknya membuka peluang investasi dan inovasi angkutan umum seluas-luasnya kepada seluruh pihak dalam rangka pembaharuan angkutan umum di Kota Bekasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Yayan Yuliana menuturkan, Dishub Kota Bekasi sedang membicarakan wacana ini dengan beberapa elemen terkait, termasuk Satlantas, Organda, dan forum-forum lalu lintas lain. "Kami sedang menyusun regulasinya, termasuk lokasinya di mana nanti yang bisa dioperasionalkan," kata Yayan kepada Republika, Rabu (7/9).
Menurut Yayan, moda transportasi bajaj ini merupakan salah satu alternatif angkutan umum lingkungan. Dishub merencanakan, seandainya bajaj benar-benar masuk di wilayah Kota Bekasi, operasionalnya hanya sebatas di lingkungan perumahan. Sesuai dengan namanya, yakni angkutan lingkungan, sarana transportasi ini tidak akan diizinkan masuk ke jalan protokol.
Kontestasi bajaj dengan moda transportasi lain yang lebih canggih tentu menyisakan pertanyaan. Apakah moda transportasi ini benar-benar dibutuhkan di Kota Bekasi? Yayan mengakui, masalah ini masih dalam tahap pembahasan. Dishub sedang mengkaji tingkat kebutuhan bajaj di Kota Bekasi: apakah memang betul-betul diperlukan atau justru menambah beban masalah transportasi.
Pemkot Bekasi menargetkan, realisasi wacana bajaj masuk Bekasi ini berlangsung secepatnya. Tetapi, Yayan mengatakan, pemerintah juga akan melihat perkembangan situasi seperti apa. Ia tidak memungkiri wacana ini pasti akan menuai pro-kontra di tengah warga dan para sopir angkutan umum. Hasil rapat dengan Satlantas, Organda, dan para pelaku industri transportasi di Kota Bekasi juga dipertimbangkan. "Kami sedang buat regulasinya. Hanya boleh beroperasi di lingkungan perumahan, tidak boleh masuk jalan raya, apalagi menarik penumpang di jalan raya," kata dia.
Pelarangan masuk ke jalan raya ini untuk menghindari potensi menambah kemacetan lalu lintas Kota Bekasi. Dari depan perumahan, para penumpang diumpankan kepada moda transportasi yang lebih besar, seperti angkutan kota atau bus Transjabodetabek.
Yayan menegaskan, pemerintah kota belum menjalin kerja sama dengan pihak manapun. Pemkot masih dalam tahap merencanakan. Kunjungan wali kota Bekasi ke Pulogadung tersebut hanya untuk melihat produksi dan spesifikasi bajaj, tapi belum ada perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak. "DKI Jakarta kan juga ada bajaj, di kami kan tidak ada bajaj, makanya itu sebagai alternatif saja," jelas dia.
Sumber: Republika & Wartakota
